Ibu Tarian Ini Untukmu
Penampilan tari sirih kuning betawi Lucky Ardianto, mahasiswa Universitas Negeri Jakarta di Bundaran Hotel Indonesia berhasil
menyedot perhatian para pengunjung yang sedang car free day (CFD). Betapa tidak, tari sirih kuning yang biasa
ditarikan oleh penari wanita, kali ini dibawakan beberapa laki-laki. Gerakan
lincah nan lemah gemulai para penari mahasiswi
Universitas Negeri Jakarta (UNJ) jurusan Seni Tari ini sangat memukau.
Tari ini diboyong oleh 3 orang penari laki-laki. Penampilan mereka diiringi dengan alat music gambang kromong yang membuat tari ini semakin terlihat
sempurna.
Tampak penari pria
tersebut tak canggung membawakan tarian yang lumrah dibawakan wanita itu.
Bahkan liukan badan mereka tak kalah gemulai para penari wanita. Dengan
selendang ditangan dan taburan bedak mereka mengundang decak kagum dan tepuk
tangan puluhan penonton. Irama khas betawi itu membuat tarian feat ondel-ondel seperti menyambut kedatangan
tamu dari kerajaan. Goyangan pinggul yang lenggok ke kanan dan kiri dengan
tangan yang selalu diayunkan serta senyuman yang begitu menawan diiringi music
khas betawi berkaloborasi dengan ondel-ondel membuat pengunjung ikut
menyaksikan pertunjukan tari ini.
Tubuh-tubuh itu seperti
menarik tubuh berkostum putih ini. Lalu, dalam kerumunan para penari pria ini
tampak berjejer memanjang sambil melangkah maju mundur mengikuti irama music
gambang kromong, setelah itu mereka mengajak penonton untuk menari bersama
dengan mengalungkan selendang hingga mereka menari berpasangan. Tiap-tiap
pasangan berhadapan pada jarak yang dekat, namun tak bersentuhan dan perlahan
mereka menari membelakangi.
Inilah salah
satu adegan tari seruning dipentaskan pada 13 dan 14 November mendatang pada perayaan
Pesta Budaya Nusantara ke- 5 di
Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Pentas
kali ini merupkan proses kreatif Lucky Arianto dan teman-temannya sejurusan.
Laki-laki ini berusia 19 tahun itu menari sejak umur 5 tahun. Karena itu,
gerak-gerak tari itu mencerminkan pengalaman hidupnya dalam menggeluti tari.
Mulai dari perjuangannya meyakinkan sang ibu yang lebih suka anaknya menjadi
seorang laki-laki yang pada umumnya menggemari sepak bola.
Awalnya sang ibu
bersikeras melarang Lucky untuk menjadi seorang penari dan bergaya seperti
layaknya wanita. Ia hingga pernah melarikan diri dari rumah untuk latihan menari
untuk tes di jurusan pendidikan seni tari, UNJ. Ia sangat ingin menjadi penari professional
untuk membuktikan pada ibunya kalau anaknya itu tak seburuk yang dipikirkan
ibunya. Dalam doanya, ia selalu meminta pada Tuhan agar ibunya mau memberikan peluang menjadi seorang penari dan dapat dibanggakan lewat hobinya tersebut. Seiring berjalannya waktu
ibunya mulai mengerti dan mensupport hobi anak sulungnya tersebut.
Ini ditunjukkan
Lucky mahasiswa UNJ, dalam gerak-gerak perlawanan yang memperlihatkan
perjuangannya untuk terus menari. Lihat, ketika ia secara perlahan seperti
masuk dengan sosok laki-laki yang menjelma menjadi tubuh seorang wanita. Dalam
gerakan pinggulnya yang sangat sempurna ditampilan sosok wanita yang
ditonjolkan dalam dirinya.
Teman-teman yang
sering menari dengannya pun tak heran Lucky laki-laki itu menjelma hanyut dalam
tarian wanita yang selalu dibawanya setiap kali tampil. “Gue udah gak heran
dengan Lucky mah emang gini dari dulu ya kan cong kebawa karakter tarinya,”
ujar Virza, ketua Panitia Pesta Budaya Nusantara sambil tertawa dan menyenggol
Lucky.
Lucky dan
teman-temannya menari guna menggalang dana demi kelancaran event yang diadakan
oleh jurusannya tersebut. Mereka mencari dana dengan tari-tarian yang mereka
pelajari. Tidak hanya saat CFD, mereka juga menggalang dana ke area kampusnya dengan
speaker besar yang selalu mereka bawa kemana-mana hingga jurusan lainnya tak
sedikit yang menyaksikan dan menyumbang.
Lucky mengakui
tak pernah malu sedikit pun dengan apa yang ia tampilkan karena yang ia
tampilkan itu memang bakat dan kesenangannya. Ketika orang meledek atau tidak
suka dengan gayanya ia lebih memilih tak acuh. “Bodo amatlah ya orang mau
bilang apa toh gue gini aja menghibur ye kan,” ujarnya dengan nada centil.
Mahasiswa
Universitas Negeri Jakarta Jurusan Seni Tari ini memang tak diragukan lagi
kelincahannya dalam menari. Tak mengherankan lembaga pemerintahan seringkali
menggunakan jasa tari mahasiswa UNJ. Tidak hanya itu loh, Lucky dan
teman-temannya telah tampil di beberapa provinsi bahkan luar negeri hingga diundang salah satu
stasiun televisi untuk urusan tari ini. Tidak hanya tari daerah, ia juga
menggeluti tari modern dengan sangat lincah seketika ia menari ala dancer
terkenal untuk meraih prestasi dalam bidang tari. Ia selalu berusaha untuk menampilkan yang terbaik dalam tiap gerakannya hingga ia bisa melihat ibunya tak sia-sia kuliahkannya menjadi seorang penari.