Sabtu, 29 Oktober 2016

Ibu Tarian Ini Untukmu

Ibu Tarian Ini Untukmu
Penampilan tari sirih kuning betawi Lucky Ardianto, mahasiswa Universitas Negeri Jakarta di Bundaran Hotel Indonesia berhasil menyedot perhatian para pengunjung yang sedang car free day (CFD). Betapa tidak, tari sirih kuning yang biasa ditarikan oleh penari wanita, kali ini dibawakan beberapa laki-laki. Gerakan lincah nan lemah gemulai para penari mahasiswi  Universitas Negeri Jakarta (UNJ) jurusan Seni Tari ini sangat memukau. Tari ini diboyong oleh 3 orang penari laki-laki. Penampilan mereka diiringi  dengan alat music gambang kromong  yang membuat tari ini semakin terlihat sempurna.

Tampak penari pria tersebut tak canggung membawakan tarian yang lumrah dibawakan wanita itu. Bahkan liukan badan mereka tak kalah gemulai para penari wanita. Dengan selendang ditangan dan taburan bedak mereka mengundang decak kagum dan tepuk tangan puluhan penonton. Irama khas betawi itu membuat tarian  feat ondel-ondel seperti menyambut kedatangan tamu dari kerajaan. Goyangan pinggul yang lenggok ke kanan dan kiri dengan tangan yang selalu diayunkan serta senyuman yang begitu menawan diiringi music khas betawi berkaloborasi dengan ondel-ondel membuat pengunjung ikut menyaksikan pertunjukan tari ini.

Tubuh-tubuh itu seperti menarik tubuh berkostum putih ini. Lalu, dalam kerumunan para penari pria ini tampak berjejer memanjang sambil melangkah maju mundur mengikuti irama music gambang kromong, setelah itu mereka mengajak penonton untuk menari bersama dengan mengalungkan selendang hingga mereka menari berpasangan. Tiap-tiap pasangan berhadapan pada jarak yang dekat, namun tak bersentuhan dan perlahan mereka menari membelakangi. 
Inilah salah satu adegan tari seruning dipentaskan pada 13 dan 14 November mendatang pada perayaan Pesta Budaya Nusantara ke- 5 di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Pentas kali ini merupkan proses kreatif Lucky Arianto dan teman-temannya sejurusan. Laki-laki ini berusia 19 tahun itu menari sejak umur 5 tahun. Karena itu, gerak-gerak tari itu mencerminkan pengalaman hidupnya dalam menggeluti tari. Mulai dari perjuangannya meyakinkan sang ibu yang lebih suka anaknya menjadi seorang laki-laki yang pada umumnya menggemari sepak bola.
Awalnya sang ibu bersikeras melarang Lucky untuk menjadi seorang penari dan bergaya seperti layaknya wanita. Ia hingga pernah melarikan diri dari rumah untuk latihan menari untuk tes di jurusan pendidikan seni tari, UNJ. Ia sangat ingin menjadi penari professional untuk membuktikan pada ibunya kalau anaknya itu tak seburuk yang dipikirkan ibunya. Dalam doanya, ia selalu meminta pada Tuhan agar ibunya mau memberikan peluang menjadi seorang penari  dan dapat dibanggakan lewat hobinya tersebut. Seiring berjalannya waktu ibunya mulai mengerti dan mensupport hobi anak sulungnya tersebut.
Ini ditunjukkan Lucky mahasiswa UNJ, dalam gerak-gerak perlawanan yang memperlihatkan perjuangannya untuk terus menari. Lihat, ketika ia secara perlahan seperti masuk dengan sosok laki-laki yang menjelma menjadi tubuh seorang wanita. Dalam gerakan pinggulnya yang sangat sempurna ditampilan sosok wanita yang ditonjolkan dalam dirinya.
Teman-teman yang sering menari dengannya pun tak heran Lucky laki-laki itu menjelma hanyut dalam tarian wanita yang selalu dibawanya setiap kali tampil. “Gue udah gak heran dengan Lucky mah emang gini dari dulu ya kan cong kebawa karakter tarinya,” ujar Virza, ketua Panitia Pesta Budaya Nusantara sambil tertawa dan menyenggol Lucky.
Lucky dan teman-temannya menari guna menggalang dana demi kelancaran event yang diadakan oleh jurusannya tersebut. Mereka mencari dana dengan tari-tarian yang mereka pelajari. Tidak hanya saat CFD, mereka juga menggalang dana ke area kampusnya dengan speaker besar yang selalu mereka bawa kemana-mana hingga jurusan lainnya tak sedikit yang menyaksikan dan menyumbang.
Lucky mengakui tak pernah malu sedikit pun dengan apa yang ia tampilkan karena yang ia tampilkan itu memang bakat dan kesenangannya. Ketika orang meledek atau tidak suka dengan gayanya ia lebih memilih tak acuh. “Bodo amatlah ya orang mau bilang apa toh gue gini aja menghibur ye kan,” ujarnya dengan nada centil.
Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta Jurusan Seni Tari ini memang tak diragukan lagi kelincahannya dalam menari. Tak mengherankan lembaga pemerintahan seringkali menggunakan jasa tari mahasiswa UNJ. Tidak hanya itu loh, Lucky dan teman-temannya telah tampil di beberapa provinsi bahkan  luar negeri hingga diundang salah satu stasiun televisi untuk urusan tari ini. Tidak hanya tari daerah, ia juga menggeluti tari modern dengan sangat lincah seketika ia menari ala dancer terkenal untuk meraih prestasi dalam bidang tari. Ia selalu berusaha untuk menampilkan yang terbaik dalam tiap gerakannya hingga ia bisa melihat ibunya tak sia-sia kuliahkannya menjadi seorang penari.



Kamis, 27 Oktober 2016

Mari Telusuri Jendela Dunia

Mari Telusuri Jendela Dunia, Ini Tipsnya
Seperti yang dilakukan Ica, mahasiswa semester I tak pernah ke perpustakaan kampusnya apalagi perpustakaan nasional. Membaca dalam kamus besar bahasa Indonesia adalah melihat serta memahami isi dari  apa yang tertulis, sedangkan buku adalah jendela dunia. Jadi apabila kita suka membaca buku berarti kita dapat memahami isi dunia. Sangat menakjubkan bukan ? Namun, seringkali kita menganggap buku itu adalah hal yang membosankan dan menakutkan. Seperti halnya Meli, 19 Tahun mahasiswa yang anti ke perpustakaan. Mahasiswa lebih senang dengan kesibukan lain dibandingkan membaca buku. Padahal membaca buku sangatlah mengasyikkan. Dengan membaca kita memiliki banyak ilmu dan informasi.
Dapat dibuktikan di beberapa perpusatakaan universitas, perpustakaan hanya sekedar tempat mahasiswa semester akhir yang ingin menyusun skripsi dan ingin mencari buku sebagai referensi. Jarang mahasiswa semester 2-4 datang untuk membaca buku. Sangat sedikit yang benar-benar membaca.  Mahasiswa terkadang  hanya menggunakan perpustakan sebagai tempat mencari wifi. Ada pula mahasiswa yang awalnya membaca buku sesaat lalu tertidur.
Padahal mahasiswa seringkali diberikan referensi buku oleh dosen sebagai penunjang belajar. Namun, jarang mahasiswa yang membeli apalagi membacanya. Melihat buku tebal sudah membuat malas untuk membuka ataupun membacanya. Padahal untuk menjadi mahasiwa yang berprestasi dia tidak hanya sebatas mendengarkan atau mencatat materi yang diberikan dosen ketika kuliah, tetapi dia akan mencari dan terus membaca berbagai referensi lain di luar tema kuliahnya agar memiliki pengetahuan yang lebih luas.
Apabila kita masih menganggap membaca buku itu seperti monster jahat yang ingin menerkam kita, itu tidaklah benar kawan-kawan. Buku bukanlah hal yang membuat kita tertidur seperti dongeng putri salju. Buku membuat kita memiliki wawasan yang luas dan membuat kita tahu perkembangan dunia hingga menjadi mahasiswa yang cerdas dan berkualitas.
Ini dia tips yang akan saya berikan agar dapat meningkatkan minat baca :
  •      Kemauan yang besar untuk membaca buku

Ini yang paling utama karena membaca buku tidak diawali dengan kemauan tidak akan berhasil yang ada hanya membuat kita bosan dan ingin segera menutup buku tersebut.
  • Awalilah membaca dengan buku yang ringan-ringan                                       

Tidak hanya kemauan tapi kita harus coba membaca dari baca-bacaan yang ringan terlebih dahulu. Dengan novel kita dapat berimajinasi dengan cerita-ceritanya hingga lama-kelamaan kita mulai terbiasa dengan buku walaupun awalnya membaca novel. Setelah novel kita dapat membaca tulisan jurnalisme sastra seperti Genie, Femina nah setelah itu lanjut membaca majalah berita untuk menambah wawasan perkembangan yang terjadi di negeri kita lewat tulisannya yang bererita seperti  Tempo atau majalah lainnya.
  • Khususkanlah membaca beberapa menit dengan buku bacaan yang sesuai dengan bidang kita

Setelah kita mulai menikmati membaca  barulah kita membaca buku pelajaran/ penunjang belajar yang lebih tebal.
Apabila kita kuliah di bidang jurnalistik kita dapat membaca buku tentang bagaimana menjadi reporter televisi yang baik. Tidak perlu membaca seluruhnya bacalah tiap harinya satu lembar atau dua lembar perhari itu akan membuat kita tak bosan berlama-lama membaca buku.
  • .      Kumpul dengan komunitas atau teman yang memiliki hobi membaca

Ini bukanlah mengajarkan memilih-milih teman. Boleh saja kita berteman dengan yang tidak menyukai buku. Namun, kita harus berjaga-jaga dikala waktu baca kita dihabiskan dengan hal yang tak penting. Kita dapat berkumpul dengan orang-orang yang menyukai buku hingga dapat berdiskusi ataupun memberi masukan buku yang menarik di baca.
  • .      Gunakan waktu menunggu dengan membaca buku

Ketika kita menunggu kereta, angkot ataupun ojek kita seringkali hanya melamun atau melihat gadget kita. Nah di sini dapat menjadi momentum kita untuk membaca agar menunggu jadi tidak membosankan. Janganlah malu sebagai orang pecinta buku karena pecinta buku menurut saya dapat  menjadi orang yang supel dan tahu segala hal hingga nyambung untuk diajak berbicara oleh siapa pun karena memiliki wawasan yang luas


Nah itu dia yang harus kita lakukan dalam meningkatkan minat baca kita sebagai penerus bangsa. Marilah mencoba kawan biarkan kita tingkatkan minat baca jangan menyerah dan jangan takut mencoba. Good luck!  #anakhitsbacabuku

Gagal? No Problem

Gagal? No Problem
Setiap manusia pasti pernah merasakan kegagalan baik kita sadari atau tidak. Kegagalan adalah ketika apa yang kita targetkan dalam hidup tak berjalan mulus seperti yang kita telah rencanakan sebelumnya. Baik itu gagal dalam prestasi di sekolah, percintaan, masuk universitas yang diimpikan, sampai gagal taat dengan Tuhan (contoh: dosa manusia).

Penyebab kegagalan ini juga disebabkan oleh dua factor, yaitu factor dalam dan factor dari luar. Faktor dalam adalah dari diri kita sendiri sedangkan factor dari luar adalah sakit, bencana alam, dan semua yang kita alami bukan karena keinginan kita. Faktor dari diri kita yang kerap kali jadi masalah besar yang mengakibatkan kegagalan, yaitu malas, menganggap remeh, dan tidak mau belajar.
Kita seringkali meyakini masa depan kita akan dapat diwujudkan secara instan hanya dengan doa. Namun, harapan yang kita inginkan dan kenyataan jauh bertolak belakang sehingga membuat kita kecewa dan menyalahkan Tuhan.

Kegagalan bukan akhir dari segalanya guys dan sebenarnya Allah tidak pernah merencanakan kegagalan sehingga kita jangan pernah sekali pun menyalahkan Allah. Rancangan-Nya bukanlah rancangan kita, rancangan-Nya penuh damai sejahtera. Ia pasti memberikan rancangan yang lebih indah dan baik dari yang kita inginkan ketika kita percaya. Ia ingin kita mengintropeksi diri dan belajar bersyukur atas segala kebaikan yang kita telah terima

Sebagai anak-anak Tuhan yang harus kita lakukan adalah semangat belajar lagi, berusaha lebih keras lagi, dan tetap andalkan Tuhan. Seperti pepatah mengatakan, “kegagalan adalah awal dari kesuksesan!”  Tuhan kita selalu turut bekerja dalam segala seseuatu yang mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah (Roma 8 : 28).

Jangan pernah putus asa, bangkit lagi, berusaha lagi dan selalu andalkan Tuhan !

Selasa, 13 September 2016

 Andai Aku Jadi Wartawan

Peristiwa/kejadian yang terjadi selalu dapat kita mudah ketahui dengan membaca berita baik di online, Koran, maupun televisi. Semua dengan mudah kita akses dengan jasanya seorang wartawan yang selalu siap sedia untuk menginformasikan peristiwa/kejadian melalui media massa.
Melalui wartawan kita mengetahui keadaan Indonesia dan dokumentasinya baik bagian politiknya, perekonomian Indonesia, tingkat criminal/hukum di Indonesia, pendidikan, dan segala informasi lainnya melalui media massa. Media massa membuat wawasan kita luas dan terbuka dengan informasi yang disajikan. Tidak hanya informasi melainkan pesan-pesan pun dapat kita peroleh berupa larangan, himbauan, dan motivasi yang berguna bagi khalayak banyak.
Saat aku kecil aku paling suka menonton televisi. Sekilas aku melihat reporter yang membawakan berita membuatku berkeinginan sepertinya. Dahulu aku mengira wartawan itu hanya bertanya-tanya dan menginformasikannya ke masyarakat lewat media massa, namun tidak semudah yang aku kira. Pekerjaan wartawan itu harus dimulai dengan mencari-cari data sampai benar-benar lengkap, mewawancarai narasumber,  menulisnya dengan tulisan singkat dan mudah dipahami banyak orang lalu menginformasikannya baik melalui berita di Koran, televisi, ataupun Koran.
Tugas seorang wartawan yang paling kukagumi adalah cara ia mendapatkan informasi baik dari pendekatannya dengan semua kalangan hingga ia rela menyamar demi mendapatkan data yang akurat. Tidak mudah bukan?? J . Wartawan dapat dibilang seperti intel/pengawas negeri kita. Ia dapat mengungkap segala peristiwa yang mungkin tidak kita duga.
Wartawan  dapat dengan mudahnya mendekatkan diri dengan orang-orang terpandang lohhh. Oh ya tidak hanya dengan orang terpandang, namun orang-orang yang paling tidak dipandang sama sekali pun ia dapat mempunyai hubungan dekat. Ia selalu punya topik dan trik dalam setiap pembicaraan dalam bidang apapun hinnga membuat narasumber nyaman berbicara padanya. Aku tak dapat membayangkan kalau saja aku mewawancarai/mempunyai hubungan dekat dengan orang-orang penting di Indonesia itu pasti membanggakan. 
            Saat aku mulai beranjak ke dunia perkuliahan aku ingin sekali seperti reporter yang masuk televisi menginformasikan peristiwa-peristiwa demi kepentingan orang banyak. Aku ingin berada diposisi orang-orang yang membutuhkan pertolongan ketika ada peristiwa dan memerlukan bantuan. Namun, munculnya aku untuk memberitakan kejadian dapat membuat orang banyak mengetahui dan memberi pertolongan pada yang membutuhkan
Sempat teringatku dengan nasihat dosenku Drs. Azhmy Fawzi My, M.I. Kom mengajarkanku bagaimana kita membuat tulisan berbeda dari media lain dan punya ciri khas . Sejak dari itu ku bertekad, jika aku menjadi wartawan nanti aku akan membuat tulisan yang berbeda dari media lain, tidak hanya tentang kemampuan menulis aku juga akan membuat ciri khas dalam tulisanku hingga semua orang mengetahui gaya tulisanku hingga tulisannya terlihat berkualitas.
Aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi wartawan tidak skedar wartawan melainkan punya nilai/kualitas tinggi demi kepentingan orang banyak. Aku akan berjuang mengungkap kebenaran yang harusnya diterima khalayak banyak. Aku juga tak mau sama dengan kebanyakan budaya masyarakat copy paste. Aku ingin menerarapkan kejujuran dalam tiap tulisanku.
Aku kagum dengan kaka Najwa Shihab ia adalah wartawan yang terbaik bagiku. Tidak hanya parasnya yang cantik melainkan tutur katanya, kecerdasannya, rendah hati membuatku jatuh dalam mimpi sepertinya. Aku ingin sepertinya dapat mewawancarai tokoh-tokoh besar dengan tuturnya yang lembut, santai tapi mengarahkan nara sumber menjawab petanyaannya hingga mengungkap informasi yang ia ingin masyarakat ketahui.
Aku termotivasi dengan kata-kata Natjwa Shihab yang mengatakan ,“Anda tidak boleh diam. Orang-orang bersih tidak boleh bugkam!” Ketika itu aku berharap jika aku menjadi wartawan aku bukanlah orang yang menutup-nutupi suatu masalah yang harusnya masyarakat tahu melainkan mengungkapkannya walaupun besar risikonya.
            Jika aku menjadi wartawan aku tidak ingin menjadi wartawan yang hanya menerima suap dari orang-orang yang memakai kuasanya demi kepentingan pribadi dan menjatuhkan orang-orang lemah. Karena aku yakin dengan kejujuran, karakter kita yang baik, hingga kerja keras kita dengan kuasa Tuhanlah yang membuat hasil kerja kita dipandang indah dan diterima masyarakat banyak menjadi suatu tulisan yang berkualitas. Semangat Cynthia doakanku jadi pengganti Mata Natjhwa yaa kawan yuuhu :)